Frekuensi penggunaan adalah salah satu faktor, bukan satu-satunya. Nilai kendaraan, lokasi penyimpanan, lingkungan, pola penggunaan, kemampuan menanggung risiko, dan isi polis juga perlu diperhatikan.
Pertanyaannya bukan sekadar apakah mobil sering digunakan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah pemilik siap menghadapi kerugian finansial apabila risiko tertentu terjadi pada kendaraan tersebut.
Mobil Diam Bukan Berarti Risikonya Nol
Banyak orang menghubungkan risiko kendaraan hanya dengan kecelakaan di jalan. Padahal, kendaraan juga dapat menghadapi risiko ketika sedang tidak digunakan, termasuk kehilangan atau kerusakan akibat kejadian yang dijamin dalam polis.
OJK menjelaskan bahwa asuransi kendaraan bermotor memberikan jaminan atas kerugian, kerusakan, atau kehilangan kendaraan yang disebabkan oleh risiko-risiko yang dijamin dalam polis. Karena itu, frekuensi penggunaan kendaraan bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.
1. Mobil Tetap Memiliki Nilai Ekonomi
Walaupun hanya digunakan pada akhir pekan atau sesekali, mobil tetap merupakan aset bernilai. Pemilik mungkin menghadapi paparan risiko berkendara yang lebih rendah karena jarang digunakan, tetapi nilai kerugian apabila terjadi kehilangan atau kerusakan besar tidak otomatis menjadi lebih kecil.
Pertanyaan yang lebih relevan bukan hanya “Seberapa sering saya menggunakan mobil?”, tetapi juga “Jika sesuatu terjadi pada mobil ini, apakah saya siap menanggung kerugiannya sendiri?”
2. Risiko Bisa Terjadi Saat Mobil Sedang Parkir
Mobil tidak harus sedang dikendarai untuk mengalami kerugian. Kendaraan yang terparkir di rumah, apartemen, kantor, atau tempat lain tetap memiliki paparan risiko dari lingkungan di sekitarnya.
Profil risikonya dapat berbeda berdasarkan lokasi. Kendaraan yang sering berada di area terbuka, misalnya, memiliki kondisi yang berbeda dari kendaraan yang selalu berada di garasi atau area parkir tertutup.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah risiko tertentu memang termasuk dalam jaminan polis atau membutuhkan perluasan. Jangan menganggap semua kerusakan otomatis ditanggung.
3. Mobil Jarang Dipakai Memiliki Profil Risiko yang Berbeda
Tidak semua kendaraan memiliki kebutuhan perlindungan yang sama. Mobil yang digunakan setiap hari untuk bekerja memiliki pola paparan risiko yang berbeda dengan mobil yang hanya digunakan beberapa kali dalam sebulan.
Perbedaan tersebut bukan berarti salah satu kendaraan pasti membutuhkan perlindungan dan yang lain tidak. Pendekatan yang lebih tepat adalah memahami profil risiko masing-masing kendaraan dan mencocokkannya dengan perlindungan yang tersedia.
4. Perhatikan Jenis Perlindungan yang Dipilih
Dalam asuransi kendaraan, ruang lingkup jaminan dapat berbeda. Risiko tertentu dapat termasuk dalam perlindungan dasar atau membutuhkan perluasan, tergantung pada produk dan polis yang dipilih.
Sebelum membeli atau memperpanjang perlindungan, periksa setidaknya bagian mengenai jaminan, pengecualian, perluasan, nilai pertanggungan, risiko sendiri (deductible), batas pertanggungan, serta ketentuan klaim.
5. Jangan Hanya Membandingkan Harga Premi
“Mobil saya jarang dipakai, jadi saya cari premi yang paling murah” terdengar masuk akal, tetapi belum tentu menggambarkan kebutuhan sebenarnya.
Yang perlu dibandingkan bukan hanya biaya premi, melainkan juga risiko yang dijamin, pengecualian, batas pertanggungan, deductible, serta kesesuaian perlindungan dengan kondisi kendaraan.
6. Bagaimana Jika Mobil Sangat Jarang Dipakai?
Untuk kendaraan yang hanya digunakan beberapa kali dalam setahun, kebutuhan perlindungan dapat dipertimbangkan berdasarkan nilai kendaraan, lokasi penyimpanan, kondisi lingkungan, pola penggunaan, serta kemampuan pemilik untuk menanggung sendiri potensi kerugian.
Semakin besar potensi kerugian yang harus ditanggung sendiri, semakin penting untuk memahami pilihan mitigasi risiko yang tersedia.
Jadi, Perlukah Mobil yang Jarang Dipakai Diasuransikan?
Tidak ada satu jawaban yang otomatis berlaku untuk semua kendaraan. Kebutuhan perlindungan sebaiknya dilihat dari kombinasi nilai kendaraan, lokasi penyimpanan, pola penggunaan, risiko lingkungan, kemampuan finansial pemilik, serta cakupan perlindungan yang tersedia.
Jika potensi kerugian yang harus ditanggung sendiri signifikan, pemilik dapat mempertimbangkan berbagai pilihan mitigasi risiko, termasuk perlindungan asuransi yang sesuai. Sebaliknya, keputusan untuk menanggung sendiri risiko juga sebaiknya dibuat setelah memahami konsekuensi finansialnya.
5 Pertanyaan Sebelum Menentukan Perlindungan
- 1. Berapa nilai kendaraan saya saat ini?
- 2. Di mana kendaraan paling sering disimpan?
- 3. Risiko apa yang paling relevan dengan lokasi tersebut?
- 4. Risiko apa saja yang benar-benar dijamin oleh polis?
- 5. Jika terjadi kerugian besar, apakah saya mampu menanggungnya sendiri?
Penutup
Mobil yang jarang dipakai tetap merupakan aset yang memiliki nilai dan tetap menghadapi risiko. Namun, kebutuhan setiap kendaraan tidak selalu sama.
Karena itu, perlindungan sebaiknya dipilih setelah memahami risiko dan kondisi kendaraan, bukan hanya berdasarkan frekuensi penggunaan atau harga premi.
Pahami risikonya. Evaluasi kebutuhannya. Baru tentukan perlindungannya.
Sumber & Referensi
- OJK — Buku PerasuransianPenjelasan mengenai asuransi kendaraan bermotor dan risiko yang dijamin dalam polis.
- OJK — PerasuransianDefinisi asuransi dan ruang lingkup usaha perasuransian.
- OJK — POJK 2/POJK.05/2015Ketentuan terkait data risiko serta penerapan tarif premi dan kontribusi untuk asuransi kendaraan bermotor dan harta benda.
