PROTEKTA
Literasi

Cara Mendeteksi QRIS Palsu Saat Membayar Premi Asuransi

QRIS memudahkan pembayaran, tetapi juga dipakai untuk menipu. Kenali ciri QRIS palsu dan langkah memeriksanya sebelum Anda membayar premi atau uang muka asuransi.

2 menit bacaDiperiksa
Ringkasnya

QRIS palsu biasanya berupa stiker QR milik rekening pribadi yang ditempel di atas QRIS asli. Pembayaran premi seharusnya tidak berakhir di rekening perorangan. Periksa nama merchant di layar sebelum konfirmasi, gunakan aplikasi pembayaran resmi, waspadai tumpukan stiker, dan simpan bukti transaksi.

Dalam artikel iniLihat daftar isi
Bagaimana modus QRIS palsu bekerja?Ciri QRIS palsu yang perlu diwaspadaiLangkah aman sebelum membayar
01

Bagaimana modus QRIS palsu bekerja?

Menurut penjelasan yang dikutip dari Bank Indonesia, pelaku mencetak kode QR milik rekening pribadi lalu menempelkannya di atas QRIS resmi milik merchant. Pembeli yang memindai tanpa memeriksa nama penerima mengirim dana ke rekening pelaku, bukan ke merchant.

02

Ciri QRIS palsu yang perlu diwaspadai

Asli atau mencurigakan
Ciri QRIS resmi
  • Ada logo QRIS dan NMID (National Merchant ID).
  • Nama penerima di aplikasi sesuai nama usaha yang dituju.
  • Kode tercetak rapi dan menyatu, bukan stiker yang bertumpuk.
Tanda mencurigakan
  • Stiker QR ditempel di atas kode lain atau di atas kertas.
  • Nama penerima berbeda dari tujuan pembayaran.
  • Kode dikirim lewat chat oleh orang yang mengaku petugas asuransi.
03

Langkah aman sebelum membayar

Sebelum menekan konfirmasi
  1. 01
    Pindai di aplikasi resmi

    Mobile banking atau dompet digital berizin.

  2. 02
    Baca nama penerima

    Harus sesuai dengan tujuan.

  3. 03
    Ragu? Batalkan

    Tanyakan dulu lewat kanal resmi.

  4. 04
    Simpan bukti

    Cek notifikasi dan simpan struk.

  • Untuk pembayaran premi, utamakan transfer ke rekening atas nama perusahaan asuransi yang tertera di dokumen resmi.
  • Jangan memindai kode QR yang dikirim lewat chat tanpa konfirmasi ke perusahaan asuransi.
  • Jangan membagikan data pribadi atau kode OTP kepada pihak yang tidak dikenal.
  • Lapor segera bila ada kejanggalan: penyedia layanan pembayaran, kepolisian, dan OJK Kontak 157.
Seri Aman Bayar Premi

Artikel lain dalam seri ini

Baca artikel utama: Awas Penggelapan Premi: Cara Memastikan Pembayaran Asuransi Anda Benar-Benar Sampai ke Perusahaan Asuransi

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa ciri QRIS palsu?

Ciri yang disebut Bank Indonesia dan perbankan antara lain nama penerima di aplikasi tidak sesuai dengan nama usaha, kode ditempel sebagai stiker di atas kode lain atau bertumpuk, serta tidak adanya NMID dan logo QRIS pada QRIS resmi.

Bolehkah membayar premi asuransi lewat QRIS?

Boleh bila QRIS tersebut milik perusahaan asuransi dan nama penerima yang muncul di layar sesuai. Jika nama penerima adalah perorangan atau usaha lain, jangan lanjutkan dan konfirmasi dulu ke perusahaan asuransi lewat kanal resmi.

Saya sudah terlanjur membayar ke QRIS yang ternyata salah, apa yang harus dilakukan?

Simpan bukti transaksi dan segera laporkan ke penyedia layanan pembayaran yang Anda gunakan, lalu ke kepolisian. Untuk kasus yang berkaitan dengan asuransi, laporkan juga ke OJK lewat Kontak 157.

Sumber & Referensi

Fakta dalam artikel ini diperiksa terakhir pada 18 Okt 2026. Buka sumbernya untuk memastikan informasi terbaru.

  1. Selular.ID: Bank Indonesia ingatkan waspada modus QRIS palsu (25 Februari 2026)Modus stiker QR rekening pribadi, ciri QRIS resmi, dan langkah pengecekan.
  2. OCBC: Cara mendeteksi QRIS palsuCiri stiker bertumpuk dan langkah memakai aplikasi resmi.
  3. detikOto: Pelajaran dari kasus penipuan sales mobil bermodus QRIS palsu (10 September 2026)Contoh QRIS atas nama dealer yang dananya masuk ke rekening pribadi.
  4. OJK: Peresmian lokasi baru Kontak 157 (kanal telepon, WhatsApp, email, dan portal APPK)Kanal layanan konsumen OJK. Rilis tahun 2023; periksa kembali kanal terbaru di situs OJK.

Baca juga

Ditawari membayar premi lewat QRIS?

Tim PROTEKTA dapat membantu Anda memeriksa kewajaran penawaran sebelum membayar, dengan konsultasi awal tanpa biaya.

Konsultasi Gratis
Kembali ke semua artikel